CHAPTER 16 : Penghianatan !!!
"yordarkore" ulang qadasha sambil berbalik. sylarconan pun merasa heran dengan perkataan qadasha dan teriakan-teriakan jurus aneh dari belakang bangsa herodian yang menyerang cora.
"cih.. !!!, menganggu kesenangan orang lain saja" ucap reyna yang kemudian mengarahkan cerberusnya kearah sebuah blue mau yang tengah menembaki pasukan herodian yang kewalahan menghadapi 2 titik temu yang mengakibatkan terdesaknya bangsa herodian akibat berada di tengah-tengah.
"DOOMBLAST !!!" teriak reyna yang mengeluarkan skill accretia yang di pelajarinya dari academy herodian. yardokore adalah seorang yang berpengalaman dalam mengendalikan MAU, dan dengan mudahnya ia melompat kemudian menyerang balik kearah reyna dengan serangan mau catapult yang dahsyat.
"cih !!!" ucap reyna mengelak kemudian melemparkan cerberusnya kemudian mengambil pedang di punggungnya kemudian dengan gerakan sigap ia melancarkan serangan kearah mau tersebut dan...
"BLAZING LANCE" teriak Quaine Khan dari kejauhan yang mengarahkan jurusnya kearah reyna yang sedang melompat untuk menghajar kokpit mau yang sedang berhadapan dengannya.
"argh.." teriak reyna yang kemudian tersungkur yang membuat berberapa flem yang berada disitu berlari menjauhinya. serangan dari quani khan itu membuat armor reyna berasap tebal.
reyna murka akibat serangan tersebut kemudian berjalan pelan dengan mata terus menatap Quaine Khan sambil bergumam. "takkan ku maafkan.." kemudian ia berlari menyerang Quaine Khan. namun dengan cepat Mau itu menghalanginya,tapi gerakkan reyna lebih gesit.dengan sigapnya ia melompat ke tangan mau tersebut kemudian melompat lagi kepundaknya dan turun dengan pedang yang tetap terhunus menuju Quaine Khan. dengan sigapnya ia melompat dan menyerang Quaine Khan namun,
"trang" sebuah tongkat menahan laju pedang reyna, DarkStaff SylarConan menahan laju serangan Reyna yang membuat sylarconan terduduk karena dorongan pedang reyna.
"Cih, bocah ingusan menggangu saja" ucap reyna kemudian dengan tenangnya ia menendang SylarConan dengan keras mengakibatkan SylarConan terjatuh akibat dorongan tersebut, tapi tangan kiri sylarconan masih sempat memegang tangan Quaine Khan yang membuat mereka berdua terhempas kebawah.
reyna kemudian berlari lagi mengejar Quaine Khan yang terjatuh bersama sylarconan. darah mengucur dari bibirnya. Quaine Khan kemudian beranjak dan berupaya menghadapi reyna yang sudah kehilangan akal dan pikirannya untuk masuk dan menerjang sang pemimpin bangsa.
"Hiaaaaaaaaaaa.... !!!" teriak reyna sambil berlari dan kemudian melompat mirip seorang yang melakukan pressure bomb. Quaine Khan yang masih tidak bisa bergerak akibat keterkejutan serangan reyna itu hanya terdiam dan menutup matanya. SylarConan langsung membalikkan badannya keatas tubuh Quaine Khan untuk melindungi Sang Pemimpin bangsa Cora itu. namun.
"Trang" lagi-lagi ada yang menghalangi reynauntuk melaksanakan niat jahatnya untuk membunuh Quaine Khan.
"cih...!!, Siapa lagi ini !!!" ucap reyna kemudian melihat seorang cora menahan pedangnya dengan SI SPADONA.
"Rika.. Minggir" ucap nOOs tiba-tiba udah memasang intens epochal towernya.
Peluru - Peluru dari intens epochal towernya langsung menyerang reyna, dengan sigap reyna terus menghindar dari serangan tower noos.
namun, "Poison Breath" ucap rini menyerang reyna dengan serangan racun yang berelement tanah, mendapat 2 serangan tersebut reyna kemudian menghindar dan kemudian dia menyerang Rini dengan serangan force air dari herodian.
"Water Fall" teriak reyna dengan menggerakan pedangnya keatas. dan dalam seketika di atas rini muncul air yang seakan-akan jatuh dari temapt yang sangat tinggi. SilverRain yang baru saja datang kemudian dengan sigapnya mengarahkan perisai nya keatas dan menyuruh rini jongkok bersamanya untuk menghalau force air yang diserang oleh reyna itu.
tiba-tiba dari samping reyna sesosok tubuh muncul dan langsung menyerangnya. "Sneak Attack" teriaknya, yang kemudian melukai dada reyna yang membuat reyna terhuyung-huyung jatuh. akibat serangan telak yang di lancarkan andy kedadanya.
darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang tipis. ia terbatuk-batuk akibat serangan itu. namun seseorang dari bangsa herodian kemudian dengan cepat menyerang tanah untuk menghalau pandangan dari semua orang yang berada disitu.
Seburat Cahaya Putih Langsung menyilaukan semua mata yang terbuka akibat serangannya tersebut. sisa-sisa pasukan herodian kemudian dengan jam tangan yang berada disetiap pasukan herodian mengeluarkan cahaya dan menarik semua tubuh pasukan herodian itu kesuatu tempat.
"yodarkore" ucap qadasha ketika melihat sebuah mau berjalan dan kemudian duduk, dan mengeluarkan pilotnya dari kok pit. berberapa belato pun ikut masuk kedalam gerbang tersebut. dan seorang dari bangsa ACCRETIA juga nampak ditempat itu.
"Hallo, Qadasha.., lama kita tidak bertemu, bukan begitu Lothan ?" ucap yodarkore sambil melirik lothan yang dengan gagahnya sudah berada disamping yodarkore.
"Kalian ?" ucap qadasha dengan berurai air mata. sambil terus menatap yodarkore dan lothan yang sudah datang digerbang cora.
"Sudah kukatakan, tiba saatnya nanti semua kebenaran akan terungkap dan kita ber3 bisa bersama lagi bertualang lagi di Gunung Buas" ucap yodarke dengan menebarkan senyumnya dan kemudian berjalan kearah Quaine Khan dan sylarconan yang berusaha berdiri.

0 komentar:
Posting Komentar