Kamis, 08 Januari 2009

[STORY OF NOPERFECT CHAPTER 1]

Chapter 1 : Mimpi Menjadi Nyata



Disuatu pagi, di tengah HQ Cora terduduk seorang cora yang sibuk memakan sebuah roti didalam gengamannya, pakaiannya terlalu biasa, tidak seperti bangsa cora yang lainnya yang berpakaian sesuai dengan profesinya.

ya., anak itu bernama NoPerfect, tidak seperti anak-anak remaja cora lainnya yaitu bertempur dengan monster untuk menaikan level-level mereka. Noperfect termasuk anak yang periang, dan ingin berteman dengan siapa saja, namun, banyak remaja-remaja cora beranggapan kalo NoPerfect itu adalah tipikal orang yang tidak akan pernah berguna di bangsa cora.

"oi, NoPerfect sini" panggil Nico seraya melambaikan tangan ke arah noperfect

Noperfect terkejut dan seraya mengucapkan "iy pak" kemudian berdiri dan menghampiri nico Dengan langkah gon*AkuSukaValiantz*. Kesehari-hariannya NoPerfect adalah berjalan dengan seorang grazier yang sudah masuk 10 dari papan nama teratas cora yang paling banyak mendapatkan contribusi point.

mereka berjalan bersama ke sebuah tempat bernama sette, didalam perjalanan mereka menemukan banyak sekali bangsa accretia yang sedang berjalan menuju VC tp nasib malang bagi mereka untuk bertemu nico, karena dengan sekejab tubuh mereka menjadi abu.

nah sekarang apa tugasku ? kenapa aku mengikuti Nico ?, ya nico memintaku untuk memunguti senjata dan armor mereka yang masih utuh untuk dijual ketempat lelang atau ke toko senjata yang berada di markas.

sering kali pedagang di toko senjata melakukan uji coba senjata terbarunya untuk menghancurkan armor yang dijual nico.

"hmm.. hari ini lumayan juga pendapatan kita" ujur nico seraya menimang2 hasil pendapatan mereka dari berberapa acc yang mereka temukan
"SI Spadona, baju, celana,siege kit, SI Missile Launcher" ujurnya lagi melihat2 hasil pemburuan mereka di sette
"ayo kita pulang, mungkin para archon mereka akan merepel kemari" ajak nico sambil berjalan kearah portal sette
sesampai dimarkas, nico langung menuju tempat lelang dan toko senjata untuk menjual semua yang di dapatnya. dan aku ? ahh.. terlalu capai untuk berjalan di gurun sette yang panas itu, aku langsung mandi dan tidur di tempat tidur yang udah di berikan nico gratis untukku.

pada sore harinya aku terbangun,

"ahh..., nyam nyam nyam," ujurku yang tak jelas karena baru bangun tidur sambil mengucek2 mataku

aku langsung mandi dan bergegas menemui Nico.

didalam perjalanan menemui Nico aku bertemu dengan para pemuda yang berlatih dengan young flem dan flem di dekat hanggar pesawat HQ, aku terduduk menyaksikan mereka dengan susah payah membunuh para flem dan young flem yang sering mencuri bahan pangan persediaan di HQ

"hmm.., betapa asiknya mereka, bagaimana aku bisa seperti mereka ya ?, meminta sama Nico buat di ajarin spell ? ahh ga mungkin, lagian mana ada yang mau mengajarin seorang budak menguasai ilmu sihir" bisikku dalam hati seraya menunduk melihat sebongkahan tanah di tempat aku duduk

tiba-tiba pundakku di tepuk seseorang dari belakang

"hei melamun aja" seorang wanita cora menyapaku sambil tersenyum manis kearahku
"ah.. n..g..a.., gw la...gi as..ik lihat mer..eka" jawabku tergagap karena disapa oleh wanita cora cantik jelita
"wahh.., dah berapa lama ya aku ga di sapa seorang wanita cora, apa lagi cantiknya kayak gini" bisikku dalam hati sambil terus menatap wajahnya yang ayu
"haduh.. haduh.. kayak kamu ketemu hantu aja pake acara gagap2 gitu" ujur wanita cora itu seraya tersenyum dan langsung duduk disampingku
"namaku Angella, aku baru latihan dengan brutal, sungguh lelah ya melawan brutal" ujurnya seraya menjulurkan tangan kanannya, dan tangan kirinya mengusap dahinya yang telah berlepotan keringat

"namaku NoPerfect, hm.., iya.." ujurku menyambut jabatan tangannya, sambil menatap wajahnya yang ayu

"wahh nama kamu unik ya, kamu dah level brp ?, kamu lagi iseng disini ya, jgn kamu udah level tinggi sengaja memakai baju itu disini, benarkan ?" katanya manja kepadaku dan tersenyum manja

"ah..ga kok, aku masih..." ucapku sambil menunduk malu karena malu akibat lvlku yang belum ada sama sekali.

"hayoo, masih apa ? jawab dunkkkk" ucapnya manja lagi kepadaku sambil menggoyangkan pundakku meminta jawaban dariku

"aku masih lvl 1, aku belum bisa belajar di guru force, orang tua ku tidak meninggalkan apa-apa kepadaku sehingga sampai sekarang aku belum mampu menguasai jurus force basic" jawabku sembari menunduk dan memainkan sebongkahan tanah yang dari tadi menemaniku duduk

"ahh.. kamu bohong kan ??, kamu merendahkan diri sendiri, aku tahu kamu pasti level tinggi yang menggoda seorang cewe cora yang baru belajar, hayoo ngakuu" jawab angella seraya menarik2 bajuku dan tersenyum genit kearahku.

"eh, udah dulu yang bang, temenku udah siap2 ke brutal, nanti kita ngobrol lagi ya, jgn lupa ajarin aku ok?" tawanya dan ssegera beranjak menjauhi aku sambil melambaikan tangannya
"ok deh, hati-hati ya" ucapku sambil melambaikan tanganku juga kearahnya
sepeninggal angella aku merenungi pertemuanku dengannya, 
"ah.. kalau saja aku bisa menggunakan ilmu spell dan levelku diatasnya, pasti aku bisa melihat bagaimana dia berlatih," bisikku bingung tidak tahu mau gimana lagi.
"aduh.. kok aku jadi ngayal gini yah, aku seorang budak, ingat aku seorang budak ga bakalan bisa menjadi prajurit sejati cora" bisikku lagi seraya meremas bongkahan tanah yang dari tadi aku pegang

aku beranjak dan bergegas menuju rumah Nico, sesampai disana aku melihat dia sedang mengembalikan upgrader ke bank yang berada di tengah HQ cora.
"sore pak Nico," ujurku seraya menunduk dan mengucapkan salam kepadnya

"eh... NoPerfect, masuk aja dulu ya, aku mau mengembalikan upgrader ini" ucap Nico menoleh sebentar dan kembali memasukkan upgradernya kedalam sebuah tas yang telah disediakan oleh nya

"ok deh" ucapku seraya duduk di bangku yang memang udah tersedia di depan rumah nico
Nico pun beranjak pergi ke bank yang letaknnya tak jauh dari tempat tinggalnya, sepeninggal nico aku kembali memikirkan lagi soerang cewe yang bernama Angella td.

"ah.. cantiknya dia, rambutnya yang hitam, dan kulitnya yang putih bersih" ucapku dalam hati sambil menatap lekat2 wajahnya
"hayoo mikirin apa?" ucap nico tiba-tiba sambil menepuk pundakku ternyata dia telah berada di belakangku sedari tadi
"neh ambil, kayaknya aku sekarang membutuhkan seorang assisten yang bisa aku andalkan, td aku ke pemimpin bangsa, dan dia memberikan pilihan untukmu untuk menjadikan dirimu apa?" ucapnya seray menyerahkan sesuatu kepadaku
"aku.., ingin menjadi.. grazier seperti kamu" ucapku gugup kepada nico
"aku akan mengabulkannya" seseorang berbisik kepadaku yang membuat aku bingung karena disitu cuman ada aku dan nico
"hey, siapa ini" kataku melihat sekeliling keheranan
"namaku Quaine Khan, Pemimpin bangsa cora," jawab yang td berbisik kepadaku
"terima ini" seraya memberikan 2 element api dan air kepadaku 
(sorry gw rada lupa nama2 jurus force cuman ingat elit doank yang lain lupa hihihihi)
"wah..."kataku dalam hati sambil menerima 2 bongkahan rapalan jurus yang melayang2 dengan sendiri nya tanpa ada yang memegang
"ambil ini juga" kata pemimpin bangsa kepadaku seraya memberikan tongkat latihan kepadaku
"nah.., sekarang kamu pergilah berlatih, nanti kalo kamu butuh sesuatu bilang aja ama aku ok ?" ujur nico kepadaku seraya tersenyum dan memegang pundakku

"terima kasih banyak pak nico" ucapku bersemangat dan tersenyum karena telah mendaptkan apa yang telah aku cita citakan dari dulu
ya.. sejak hari itu aku di terima sebagai spritualis di cora.., ah alangkah senangnya hatiku saat itu
tanpa terasa hari berganti bulan dan bulan berganti tahun aku telah mengambil job Summoner dan terakhir job grazier, nah sekarang aku sudah mencapai job terakhir di cora

aku masih mempunyai berberapa animus. hecate, inana dan isis, aku berjalan ketempat pak nico yang telah merubah hidupku menjadi seorang perajurit cora, didalam perjalanan banyak orang memandangku bahkan ada juga berberapa orang saling berbisik-bisik.

"ah sudahlah, mungkin mereka iri kepadaku" ucapku dalam hati sambil berjalan dengan penuh rasa bangga bahwa aku adalah seorang summoner
sesampai disana para archon cora mengumandangkan bahwa sekarang adalah waktu Chip war.

"wahh.. aku haruss bergegas ke craig mine ini" ucapku seraya berlari ke arah portal craigmine yang telah menantiku untuk berpartisipasi didalam war
aku teleport ke craig mine dan berdiri di depan chip cora, 
"wahh.. sudah pada ngumpul disini, untuk aku tidak terlambat" ucapku sambil melihat-lihat sekliling yang telah dipenuhi banyaknya prajurit cora untuk bertempur memperebutkan sebuah chip

dalam penglihatan sekeliling aku melihat sosok yang ku kenal, ya.. itu adalah pak nico
"pak nico.."sapaku setelah mendekat kepadanya dan memberikan salam seperti biasa yang aku lakukan sewaktu menjadi pelayan bersamanya

"eh.. noperfect, wahh.. lvl kamu dah tinggi ya" ucapnya seraya menepuk pundakku dan memperhatikanku lekat2
"eh ah oh, ga kok pak, saya masih banyak belajar dari bapak" ucapku gugup karena telah di puji oleh orang yang selama ini baik kepadaku

"hahaha.., ya udah, mau ikut party saya ga ?" tawar pak nico seraya memperlihatkan berberap teman pak nico yang memang sudah berlevel jauh diatas saya
"boleh" ucapku... seraya menganguk kepadanya

Sebuah misi datang langsung melalui alat telekomunikasi yang diucapkan pemimpin bangsa ke semua perajurit cora.

Para Archon berkumandang
"Hari ini Kita Bertahan, menurut mata-mata kita ACC akan menyarang kita" ucap sSethia sang archon
"wahh... gawat neh" kataku dan mulai memberikan buff untuk diriku sendiri.
"speed dan acute please" kata seorang warior diseblahku

aku pun memberikan buff yang di minta kepadanya.
"hmm.. isis keluar lah" ucapku seraya memangil isis dan melihat kedepan sudah ada berberapa accretia bersiaga di depan chip cora

"acc datang.., semua bersiap... PUSHHHHH" ucap sang archon di tengah2 perang.. seraya menyerang dan memberikan berberapa spellnya, membuat berberapa acc yang berada di barisan depan musnah akibat serangan dari archon tersebut

aku mulai memberikan berberapa debuff kepada berberapa acc yang mulai menyerang cora,
"hell bless, weakness, power drain, ensnare" ucapku mengeluarkan berberapa debuff, sementara isis mulai melancarkan serangnya
berberapa pasukan accretia hancur berserakan didepan chip cora. sesekali aku melhat nico yang menggunakan bereberapa spell elit untuk menghancurkan berberapa accretia yang menyerangnya,
aku mulai konsentrai untuk menghancurkan bereberapa accretia yang mau menyerang kepadaku..
berberapa accretia mengucapkan bereberapa kata yang tak bisa ku mengerti

!@#$!%&@&#!@&#&!@#!%&

tiba-tiba seorang accretia sudah berada di sampingku sambil mengangkat spadonanya hendak menusukku,
aku terjepit.. aku tak tau harus berbuat apa..

"aaaaaaaaaaaa" teriakku karena takut akan serangan acc tersebut


BERSAMBUNG

0 komentar:

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung