Kamis, 08 Januari 2009

[STORY OF NOPERFECT CHAPTER 2]

Chapter 2 : Terluka


"aaaaaaaaaa" teriakku dengan wajah pucat,
secara reflex aku mengayunkan tongkatku ke acc yang didekat ku, spadona dan staff beradu.tp 
"krak"
Tongkatku patah, dengan sigapnya acc yang tidak ku ketahui siapa namanya memberikan serangan yang bertubi-tubi

"!@#!%$!@#!&%$!@#/power cleave" teriak acc itu dengan mengayunkan spadonannya bertubi-tubi kepadaku

"akhhh.." erangku kesakitan.
aku mulai merasakan sakit di sekitar perut dan dada akibat serangan spadonanya yang bertubi.

"!@&#!@^$^@!#/pressure bomb" teriak acc dengan semangatnya

acc itu melompat dah hendak menusukkan spadonannya kearah tubuhku.

"isis tolong aku" teriakku sambil menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhku akibat serangan acc td. 

isis mulai melancarkan serangan, disaat yang sama juga...
"sand strom" teriak seorang cewe yang tidak berada jauh dari tubuhku sambil mengarahkan tongkatnya ke acc yang menyarngku.

"BOOM" ledakan hebat tepat di depanku sehingga membuatku terpental entah kemana. aku pingsan, tp aku sempat mendengar berberapa orang tengah berbicara.

"hey, kau bawa dia" seorang laki-laki yang tak kukenal akibat pandanganku mulai kabur berbicara dengan rekannya.

"hey nope kau tidak apa-apa ?" seorang wanita juga mencoba berbicara padaku.

aku tidak ingat lagi setelah itu....

------------------------------------------------------------------------

Pukul : 09:00

aku terbangun, aku mendapati diriku tengah berada di sebuah kamar yang serba putih, dan sebuah selang infus berada di sebalah tangan kananku.

"dimana aku" kataku dalam hati, sambil mengucek2 mataku.

"aw.., aduh.." erangku menahan rasa sakit ketika aku mencoba untuk bangun

"ssssttt...." suara pintu yang dibuka ssecara otomatis.
"hey.. jgn bangun dulu, aduuh.. kamu ini belum sehat betul, ayo berbaring" seorang wanita dengan pakaian serba putih memarahiku

aku mulai membaringkan lagi tubuhku menuruti perkataan wanita td.

"aku dimana ?, apakah ini surga dacem" tanyaku kepada wanita tadi dengan kebingungan

"jah, malah menghayal yang engak-engak. kamu ini masih di novus tau, kamu pingsan 4 hari disini" jawabnya seraya membuka sedikit perban yang berada di dadaku.

"hm..., kelihatanya luka kamu udah mengering, coba duduk bentar pelan² ya." ucapnya dengan nada centil 

aku mulai mencoba untuk duduk, memang seh masih ada rasa sakit, tp ya demi kesembuhanku aku harus menahannya. wanita tadi mulai membuka perban-perban yang berada di sekitar dada dan perutku.

"aw..." erangku mengaduh karena ada perban yang masih lengket dengan lukaku.

"tahan ya" ucap wanita td dengan senyum manisnya

setelah mengganti perbannya wanita tadi mulai membasuhi perut dan dadaku dengan menggunakan aaputangan yang telah di celupkan dengan air panas.

"nah.. kamu aku bersihkan dulu ya" ucap wanita tadi dengan tersenyum

setelah membersihkan luka dan tubuhku (tidak sampe bawah loh -.-" jgn macem-macem pikirannya ya -.-")td wanita tadi langsung memasang perban baru keluka ku lagi.

"huff.. akhirnya selesai juga" katanya seraya duduk di bangku sebelah tempat tidurku dan menyuruhku kembali berbarin di tempat tidur.

"terima kasih ya, hm.. ngomong-ngomong nama kamu siapa?" ucapku seraya membaringkan tubuhku dan menolehkan kepala kepadanya.

"yey kan memang tugasaku merawat orang yang terluka, nama aku arin, kamu noperfect kan ?" jawabnya seraya menoleh kepadaku dengan tersenyum

"iy, ngomong-ngomong, brp hari ya aku bisa keluar dari sini ?" tanyaku kepadanya seraya melihat jarum infus yang berada di tangannku.

" makanya jgn banyak bergerak dulu ya, kemungkinan 2 - 3 hari lagi kamu akan sembuh" sambil mengambil buah apel yang berada di meja dekat dengan tempat tidurku.

"kamu mau ?" tanyanya sambil menyodorkan 1 buah apel kepadaku.

"boleh" jawabku seraya menerima buah tersebut.

"nah.., skrng aku keluar dulu ya, memberi tahu kepada dokter kalo kamu sudah sadar" katanya seraya berlalu keluar dari ruanganku

"ah.. lamanya aku keluar" ucapku dalam hati sambil menatap langit-langit. tanpa terasa aku mulai mengantuk dan akhirnya kembali tidur.

----------------------------------------------------------

setelah berapa lama aku tidur aku merasakan ada seseorang yang mengenggam tanganku. aku mencoba membuka mataku sedikit untuk memastikan siapa yang menggengam tanganku.

aku melihat seorang pria telah berdiri disampingku.

"akh akhirnya kamu bangun juga" ucapnya sambil tersenyum kepadaku
"bagai mana mimpinya ? bagus ga ?, owh iy, sebentar lagi ada orang yang ingin bertemu dengan mu" ucapnya lagi

"sssssstttt" sebuah pintu terbuka

"hey.. apa yang ingin kau katakan kepada ssethia ?" jawab seorang pria yang tak asing lagi. ya dia adalah SylarConan seorang dewan dari regu penyerang.

"apa kau pikir kita bisa merahasiakannya dari dia" jawab ssethia sang archon dengan nada yang membentak.

"bukan begitu maksudku, aku takud nanti dia malah mangkin sakit karena kau mengatakan ini pada saat dia baru sadar"ucap SylarConan seraya berjalan bolak balik memikirkan sesuatu.

"jadi, bagaiman seharusnya ?, menunggu dia sembuh? dan langsung mengirimkan ke eter untuk menjalankan misi yang udah di berikan pemimpin bangsa kepadanya, nah kalo itu yang kamu bilang, aku pikir itu malah mengurangi semangatnya dalam menjalankan misi ke eter, dan kamu tau sendiri kan misi dia nanti seperti apa ?, dia bukan seperti kita yang sudah terbiasa melawan berberapa mahluk aneh yang berada di eter, dia perajurit baru conan". ucap ssethia dengan panjang lebar sambil memerhatikan sylarconan yang sibuk berpikir.

"iy, juga seh, tp bagaimana ya ? aku sendiri bingung bagaimana kita memulai mengatakannya kepadanya" jawab sylarconan sambil menatap wajah ssethia yang juga di rundung kebingunguan.

"ya sudadhlah skrng kita kesana, biar aku yang bilang sama dia." jawab ssethia seraya beranjak dan berjalan menuju kamar 025 tempat noperfect berbaring

"sssstttt..." pintu terbuka.

"halo noperfect bagaimana kabarmu ?" ucap ssethia sambil berjalan kesamping kananku. dan sylarconan di samping kiriku

"yah.. lumayan baik" jawabku seraya menatap ke2 orang yang berjalan kearahku

"kami kemari untuk memberitahukan berberapa kabar baik dan buruk untukmu, kamu mau yang mana deluan" kata ssethia kepadaku

"yang baik dulu deh" ucapku tersenyum kepadanya
"seorang archon mendatangi ku? dan memberikan kabar terbaru untukku? " bisikku kegirangan didalam hati 

"kabar baiknya adalah, kamu mendapatkan misi kecil dari pemimpin bangsa untuk melakukan penyelidikan di eter dengan berberapa pasukkan yang telah di pilih oleh pemimpin bangsa untuk menyelsaikan misi ini" ujurnya tersenyum kepadaku

"wahh.., trus kabar buruknya apa ?" jawabku sambil bertanya - tanya dalam hati

"haaahhh" desah nafas mereka ber2 serentak sambil menatap 1 mata mereka masing-masing

"begini.." ucap ssethia memulai pembicaraan dengan tegang

"seorang grazier terbaik kita telah meninggal sewaktu kita mempertahankan chip 4 hari yang lalu, dan mengirimkan ini kepadamu". ucap ssethia seraya memberikan secarik kertas kepadaku

aku menerima kertas itu dan mulai membaca kertas itu, dengan hati-hati aku membacanya
----------


halo noperfect,

gimana dengan lvlmu ?, wah pasti udah lebih bagus dari pada aku ya, surat ini sebenarnya aku tulis kepadamu sebelum kamu menerima berberapa force basic dariku.

hmm.. aku menulis ini agar berjaga-jaga karena aku merasa diriku selalu di kejar oleh seorang dewan acc yang dendam kepadaku akibat aku telah menghancurkan lengannya di cw minggu lalu.

lewat aku bukan takud mati atau meminta tolong kepadamu untuk menyerang dia tp, aku ingin menyerahkan sesuatu yang menjadi andalan aku dalam setiap kali bertempur dengan musuh-musuh dacem. karena hanya kau lah keluargaku. aku sudah menganggap dirimu sebagai anakku sendiri.

aku ingin kau menjaga benda yang paling berharga ini untukku.

setelah kamu membaca surat ini mungkin aku telah berada di pangkuan dacem dan semoga kamu bisa meberikan yang terbaik bagi dacem dan seluruh rakyat cora.

jadilah yang terbaik bagi dirimu, dacem dan semua bangsamu, dan jgn terlalu hanyut dalam kesedihanmu karena kita akan ketemu lagi dikemudian hari didalam pangkuan dacem.

salam hangat untukmu 


Nico

-------------------------------

tanpa terasa aku mulai menangis.

"dimana kuburannya ?" tanyaku kepada ssethia seraya mengusap air mataku yang mulai membasahi pipiku

"kami hanya bisa membuatkan nisan, sebab, dia terkan serangan doomblast dari seorang dewan acc" ucap sylarconan sambil merunduk

"inilah benda yang telah di berikannya kepadamu" ucap ssethia seraya menyerahkan 2 buah anting dan 2 buah cin2

"ini adalah elemental, hanya berberapa cora yang mempunyai cin2 dan anting ini, kuharap kau dapat menjaganya dengan baik" ucapnya lagi seraya menatap matakuk dengan sungguh-sunggh.

"elemental ? cin2 dan anting yang konon katanya memberikan kelincahan dan sefangan yang besar ketika kita memakainya" bisikku dalam hati sambil menangis sesegukan

"mungkin kamu sekarang butuh istirahat agar kamu bisa mengikuti misi yang telah di berikan pemimpin bangsa kepadamu" ucap sylarconan, kedua petinggi cora itu beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan aku sendiri disini sambil merenungi dan menggengam anting pemberian nico kepadaku.

namun tiba-tiba

"ssssssttttt.." pintu itu terbuka

dan..


BERSAMBUNG

0 komentar:

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung