Minggu, 11 Januari 2009

[STORY] The prayer of A Child [Chapter 1]

Chapter 1 : Tragedi

Seorang anak berlari-lari kecil kearah berberapa anak lainnya untuk melihat apa yang dilakukan oleh teman-temannya itu, namun kedatangan dia malah membuat teman-teman yang seumuran dengan dia malah memarahinya. “hey, ngapain kamu kemari ?,” ucap salah seorang anak dengan berdecak pinggang.

“Aku ingin bermain dengan kalian” ucap anak itu, sambil tertunduk, karena takud akan anak yang berbicara kepadanya karena tubuh anak itu tinggi besar dan tidak seimbang dengan anak yang baru datang tersebut. “hiks..hiks..hiks..” isak tangis anak itu di depan anak yang berdecak pinggang. “dasar cengeng, sana pergi, kami ga butuh teman kayak u” kata anak yang berdecak pinggang sambil menolak anak tersebut, anak tersebut tersungkur jatuh sehingga kakinya terluka. Dengan hati yang sedih anak tersebut berjalan menuju rumahnya.

Didalam rumah seorang wanita paruh baya langsung menyambutnya. “kamu udah pulang Daniel ?, loh kenapa neh kakimu? Di kerjai si andy lagi ?,” sahutnya ketika anaknya pulang dengan kaki yang berdarah. “kenapa lagi ma ?” ucap seorang lelaki paruh baya yang baru saja keluar akibat mendengar perempuan tadi marah2. “ah… dijahili temanmu lagi ya ?, inget nak, jangan sampai kamu terpancing oleh emosi yang sesaat didalam hatimu, ayah tau, kamu bukan anak yang cengeng, tetapi janganlah membalas apa yang di lakukan teman-temanmu tadi, karena luka kecil ini akan membuat anak ayah yang ganteng ini akan menjadi seorang pemberani” ucap ayah Daniel sambil mengusap2 rambut anak satu satu nya itu.

Anak itu hanya menganguk dan berdoa agar di kemudian hari dia mendapatkan kekuatan untuk melawan orang orang yang sering menjahilinya. Dan menatap keluar karena hari mulai gelap, dan dingin mulai menyelimuti kelam nya malam. “ya udah kamu makan dulu, abis itu kerjain pr dan jgn lupa berdoa sebelum tidur” ucap ibu Daniel sambil menyiapkan makanan yang akan di santap oleh mereka malam itu. Daniel menatap ibunya dan ayahnya secara bergantian. Kehidupan mereka memang pas – pasan tetapi mereka tidak kekurangan makan dan tidak kekurangan segala sesuatu. Ya Daniel bangga akan ayahnya yang mampu memberikan uang yang cukup untuk kehidupan mereka. Ya Daniel malam ini sangat senang melihat ayahnya tersenyum gembira dengan ibunya.

Suara Burung Hantu menggema didalam tenangnnya malam, berberapa orang berpakaian gelap berlari diantara dinginnya malam dan tingginya rumput hutan. Gemericik air mulai terdengar diantara hutan yang sunyi, sesampainya di depan sebuah rumah seorang pria dengan rambut hitam sebahu melambaikan tangannya keatas menyuruh yang lain untuk berhenti sejenak. “ingat, jgn sampai 1 orang pun lepas dari gengaman kita” ke 4 orang yang dibelakangnya itu mengagukkan tanda setuju. Mereka mulai berjalan perlahan kearah sebuah jendela dan mengintip kedalam rumah.

Didalam rumah seorang anak yang bernama Daniel yang sedari tadi tidak bias tidur mulai mendengarkan suara langkah seseorang, karena takut Daniel langsung masuk kedalam kolong (bawah) tempat tidur untuk bersembunyi. Dan dengan lapalan doa dia berucap agar dia dan kedua orang tuanya dapat selamat dari rampok. Bunyi kaki itu semangkin dekat dan amat dekat dengan kamar kedua orang tuanya. “ya tuhankku, berilah rahmat dan kasihmu, agar kami dapat hidup dari orang orang jahat” ucap seorang anak dengan berurai air mata, tangan anak itu mengadah dan bersimpuh, tanda kekhusyukannya dalam berdoa.

“krak” suara jendela yang dibuka secara perlahan oleh berberapa orang tadi. Pemimpin dari ke 5 orang tadi bergerak masuk secara perlahan kedalam rumah itu di ikuti yang lainnya. Setelah mereka masuk mereka langsung mendekat kearah 2 orang yang lagi terbuai dalam tidur. Namun tiba – tiba pintu kamar terbuka, Daniel dengan gagah beraninya berteriak “ Jangannnnn bunuhhhhh ayah.. dan ibukkuuu…”. Serentak mereka semua terkejut. Juga ke 2 orang tuanya juga terbangun dan langsung terkejut melihat kamar mereka telah didatangi oleh orang asing.

“sial, Sekarang” ucap pemimpin ketua itu. Serempak mereka semua menerkam leher kedua orang tua Daniel sehingga ayah dan ibu Daniel mengerang “arghh….” Serempak kedua orang tua Daniel mengerang kesakitan. Daniel yang sedari tadi terdiam melihat kedua orang tuanya mengerang menuju kematiannya, dan berteriak “Jaaaaaaangaaaannnnnnnnnnnnn”. Pemimpin dari ke 4 orang aneh tersebut langsung melompat dan menyerang anak itu. Tetapi karena takut anak itu berlari.. namun naas, gigi sang penyerang itu telah mengenai lehernya. Dan menggigit dan menghisap darah Daniel sedikit. Karena mengerang kesakitan anak tersebut tanpa sengaja meninju sang penyerang. “bukk…” penyerang tersebut langsung tersungkur karena pukulan telak dari Daniel yang tepat mengenai mukanya. “kurang ajar..” teriak seorang pemuda tersebut.

Daniel lalu berlari keluar, dia tidak tahu mau kemana karena rumah mereka berjauhan dengan rumah yang lainnya. Dia berlari tak tentu arah di ikuti pemimpin dan anggotanya untuk mengejar Daniel yang terus berlari. Hingga akhirnya dia sampai disisi sungai yang air nya dalam dan jernih, dengan segenap keberanian. Daniel langsung melompat kearah sungai tersebut dan akhirnya menghilang bersama dengan arus sungai yang deras.

“siaaaaaaalll” teriak sang pemimpin kesal sambil mengeram di tempat dimana Daniel loncat. “Sudahlah stef lain kali kita usahakan jangan sampai terjadi ke2 kali, dan sekarang mungkin saatnya kita mengejarnya dengan mengikuti arus sungai ini mana tahu kita masih bisa menemukannya” ucap seorang wanita yang menjadi anggotanya. “bagaimana gw bisa tenang, kalaupun dia masih hidup dia menjadi seperti kita, dan keberadaan kita bisa terancam”. Ucap stefanus ya.. nama sang pemimpin rombongan tersebut sambil menggeram marah dan mendelikkan matanya kepada wanita tadi yang ternyata bernama indy. “tapi..” ucap indy terpotong akibat seorang cewe juga berkata kepadanya. “udahlah indy, benar kata si stefa seharusnya kita tidak boleh membiarkan seorang pun hidup, sebab kalau manusia tahu akan keberadaan kita, maka mereka akan berhati-hati. Dan kita bakal susah mendapatkan makanan” ucap cewe itu sambil menatap derasnya arus sungai.

“kamu benar sar, kita harus menemukannya, kalau dia hidup kita harus memberitahukan kalau dia harus menjadi anggota kita juga, karena kita dan dia sudah menjadi mahluk yang sama” ucap seorang pria yang juga berdiri disana. “benar lu bilang gus, ayo kita kembali kerumah, sebentar lagi matahari muncul” ucap stefanus seraya menarik tangan indy yang memang sedari pertama telah menjadi kekasihnya. “matahari muncul?, hahaha…. Kelihatannya kita takkan melihat teman kita itu hidup sebab kalau dia hidup dia takkan bisa menahan sengatnya matahari” ucap seorang pria lagi. “kuharap kau benar rik,” ucap stefanus seraya berjalan dengan mengandeng tangan indy. Mereka ber 5 berjalan menuju tempat pembaringan mereka jika pergantian hari menjadi siang.

Bagaimanakah keadaan Daniel ?, apa yang dilakukannya ? adakah seorang yang menolongnya dari sengatan matahari ?, lantas siapa ke 5 orang yang telah membunuh ke 2 orang tuanya ? .. see the next chapter :D

2 komentar:

hi!! what is next in this story?? i'm really looking forward in the next chapter.. even if i don't quite understand some of it..it is nice..

thanks to comment my story :D, i am try to translate but i can't have many time T__T

maybe 5 or 7 day more i am post the next chapter

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung