Minggu, 08 Februari 2009

[STORY] SaintValentine Chapter 3

CHAPTER 3 : Belum Puas ?

[PUKUL 22:40]

"yank.. pindah keatas yuk sambil liat bulan gitu" pinta rini kepada david sang kekasihnya untuk pindah ke atas untuk melihat pemandangan dari atas rumah rini.
sementara itu di kolam. kedua pasangan itu semakin romantis. nani mulai menindih andy yang memangkunya dengan bersandar kursi santai yang memang selalu berada di tepi kolam. ciuman demi ciuman mulai mendarat di wajah kedua pasangan itu.

didalam evi mulai berdiri kemudian duduk di pangkuan roni dan memeluknya hangat. sehingga kehangatan malam valentine di rumah rini menjadi lebih hangat dengan keromantisan para pasangannya masing masing

[PUKUL 23:10]

Sang pembunuh tadi masih belum puas dengan aksinya kemudian berjalan mengintari taman tersebut kemudian mendapati sepasang kekasih bermadu cinta dibawah pohon yang besar tidak jauh dari tempat ke2 pasangan yang dibunuhnya. rupanya bunyi jangkrik dan bambu yang saling berdetak satu dengan yang lainnya, mendukung acara pembunuhan masal yang di lakukannya sehingga orang-orang tidak mendegar jeritan serak yang dilakukan oleh perempuan yang tadi di bunuhnya.

kedua pasangan tersebut bergelut mesra di bawah pepohonan yang rimbun baju sang cewe telah terangkat hingga leher. yang menampakkan keseksian dari mahluk hawa tersebut di hadapan kekasihnya. ciuman demi ciuman terus didaratkan dari kedua insan tersebut.

sang pembunuh tersebut hanya menatap hampa dan penuh rasa benci dengan kedua belah pasangan tersebut. dengan tetap menenteng pedangnya ia mulai mendekati keduanya. namun malang nasib sang pembunuh begitu dekat. sang cewe tersebut ternyata tidak menutup matanya ketika dicium kekasihnya. dia mengetahui akan kedatangan seseorang kemudian pura-pura merapikan bajunya dan duduk dengan normal.

memang sang cewe tersebut tidak mengetahui bahwa seseorang yang datang tersebut membawa sebilah pedang yang siap merenggut nyawanya dan juga kekasihnya. kedua nya lalu menghampiri. namun begitu mereka menghapirinya, mereka melihat muka sang pembunuh itu ternyata memakai topeng hitam yang hanya berlubang pada bagian matanya.

mereka ber2 merasa ada yang tidak beres dengan orang tersebut beringsut mundur kemudian melihat noda-noda yang tidak jelas warnanya pada baju sang pembunuh itu. kemudian mereka mulai melangkah untuk lari namun. sang pembunuh dengan sigapnya meneteng langsung pedangnya dan berlari kearah mereka. sang cewe sangat takut melihat pedang tersebut kemudian melepaskan pegangan kekasihnya dan memilih untuk berlari sejauh mungkin sambil berteriak. adapun sang cowok hanya melihat saja tidak tahu apa yang akan di perbuatnya lagi karena masih terkejut begitu melihat sebilah pedang dengan noda merah di sekujur besinya.

"Srut" bunyi antara besi dan daging menyatu menjadi 1. pembunuh itu menusukkan pedangnya kearah dada sang cowo tersebut. dari bibir sang cowo keluar darah segar dengan muka yang sangat pucat. dan kemudian sang pembunuh mendorong tubuhnya dengan memakai kaki yang kemudian sang cowok tersebut terjerembap di bawah pohon dibalik tempat ia dan kekasihnya bercumbu. dengan masih memegang dadanya yang terluka akibat tusukan pedang tersebut sang pembunuh kemudian mengayunkan pedangnya kearah atas kemudian menurunkannya dengan kecepatan tinggi untuk membelah kepala dari cowo tersebut.

"hosh hosh hosh" nafas cewek yang lari dari pembunuhan tersebut kemudian sedikit membungkuk seraya memegang lututnya yang lelah akibat lari. kemudian dia melihat mobil yang sedang parkir disitu lalu mengetuknya untuk meminta pertolongan dari dalam mobil tersebut. setelah mengedor 2x ia kemudian melihat sekeliling ada noda merah didekat batu tidak jauh dari situ. dengan perlahan ia kemudian terpekik ketika melihat sebuah tubuh dengan muka hancur akibat hantaman keras dari sebuah benda. ia terpekik berteriak kemudian berbalik dan.

"Crut.." sebilah pedang menebas lehernya yang jenjang, sang pembunuh lalu memukulnya sekali lagi kearah leher tersebut hingga tubuhnya sang wanita itu terjatuh, dan kepalanya menggelinding dengan darah yang mengucur deras dari bagian leher yang terpotong itu.

karena jeritan sang wanita itu, berberapa orang mendekati lokasi dan langsung menjerit. ketika melihat tubuh seorang wanita bersimbah darah dengan kepala yang terlepas tidak jauh dari tubuhnya. kemudian dengan temannya ia menghubungi polisi terdekat.

adapun pembunuhnya, langsung meninggalkan tempat itu dengan berjalan santai menuju sebuah lokasi lain yang jauh dari lokasi pembunuhan yang ia lakukan

suara sirene polisi menggema di dalam gelapnya malam valentine. berberapa polisi langsung membuat police line di taman itu. beberapa wartawan yg ingin meliput berita tidak bisa masuk karena garis line tersebut di bentangkan tepat pintu masuk dari taman itu dan tidak ada celah bagi wartawan untuk melihat lokasi kejadian tersebut.

2 polisi serentak memanggil rekannya yang lain ketika melihat korban yang lainnya.
"ini gila !!!!, 6 orang tewas di taman ini dengan luka-luka yang mengerikan" ucap seorang polisi yang kelhatannya terkejut dengan apa yang ditemukan oleh temannya.

0 komentar:

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung