Minggu, 08 Februari 2009

[STORY] SaintValentine Chapter 2

CHAPTER II : Malam Valentine

[PUKUL 20:57]

"Ciie..." ucap ke 2 pasangan ketika melihat pasangan evi dan roni memakai pakaian yang sama warnanya menandakan mereka kompak di malam valentine ini. ke 3 pasangan tersebut kemudian duduk di kursi mereka masing-masing kemudian mengobrol-ngobrol sedikit tentang masalah sekolah dan masalah kuliah dari ke 3 cowok tersebut.



di tempat lain..

[PUKUL 21:00]

Kedua insan ini sibuk berciuman dan saling merabai tubuh pasangannya didalam sebuah mobil mewah. dan tidak menyadari akan kehadiran seseorang di samping mobilnya. dengan perlahan orang tersebut mengetuk pintu mobil dan bersembunyi di balik sebuah pohon besar yang berada didekat mobil tersebut.

pasangan tersebut terkejut kemudian cepat-cepat merapikan pakaian dan rambutnya yang aut-autan kemudian membuka pintu mobil untuk melihat siapa yang mengetuk pintu mobil. mereka ber2 kebingungan ketika melihat tidak ada orang yang berada di luar mobil mereka. sang cowok berinisiatif untuk kembali ke mobil namun ketika ia menutup mobil ia tidak melihat tanda-tanda kekasihnya yang tadi berdiri di sebelah mobilnya.

ia kemudian membuka pintunya sambil tetap melihat arah pintu sampingnya kemudian setengah berlari untuk melihat dimana sang kekasihnya itu pergi. ia kemudian memanggil manggil namannya

"Silvi..Silvi.. udah dong.. jangan maen-maen kayak gini.., Ga lucu tauuu !!!" teriaknya yang kemudian mengelilingi mobilnya.
kemudian ia melihat sebuah kain putih di balik sesemakan dengan motif yang mirip dengan baju kekasihnya dengan bergegas ia berlari kearah dimana ia melihat baju tersebut. namun ia tak menyangka kalau seseorang telah berada dibalik pepohonan dekat dengan sesemakan. kemudian dengan segenap tenaganya seseorang yang berdiri di belakang pohon tersebut memukulkan balok kayu yang digenggamnya tepat di kepalanya.

lelaki tersebut merenggang kesakitan ketika kepalanya dipukul sekuat tenaga oleh orang asing yang tiba-tiba muncul dibalik pepohonan. kemudian orang tersebut mengeluarkan pisau.


Dirumah Rini

[PUKUL 21:05]

"cie.., yang kompakan itu" ucap rini yang sedang bersandar manja kepasangannya.
"iya dunk, masa lu aja yang bisa kompak" ucap evi yang mencibirkan lidahnya kearah rini kemudian membetulkan tangan roni kemudian pura-pura tertidur.

lain halnya dengan nani, yang kemudian memilih menyendiri di tepi kolam renang bersama andy. mereka ber3 merasakan nikmatnya malam valentine di rumah rini yang memang pada malam itu kedua orang tuanya harus pergi ke luar negeri karena urusan bisnis mereka.


di tempat lainnya lagi..

[PUKUL 22:00]


disebuah pinggiran taman yang tidak jauh dari taman tempat pembunuhan pertama, kedua insan yang berlainan jenis itu sibuk meraba di selingi dengan cumbuan-cumbuan yang di lakukan sang lelaki kepada wanitanya yang membuat wanita terlena.hingga sang lelaki itu membuka 1 persatu kancing baju si wanita tadi sambil tetap mencium bibir ranum wanita itu dengan lembut yang membuat wanita dan lelaki tersebut perlahan lahan berbaring dengan keadaan wanita dibawah cowok tersebut.

mereka tidak menyadari akan adanya seorang yang sedari tadi menyaksikan mereka menuai kenikmatan duniawi tersebut. dengan perlahan-lahan orang itu kemudian mendekat kearah kedua pasangan tersebut dari belakang. karena si wanita tadi menutup matanya dan tempat tersebut tidak memiliki lampu sebagai penerangnya. sehingga bayangan pendatang itu tidak diketahui oleh mereka.

dengan menggunakan sebilah pedang, sang pendatang itu layaknya seorang pemain golf yang sedang memukul bolanya. tajamnya pisau itu membuat sang pemilik leher itu sedikit mendelik namun tidak mampu menggerakkan tubuhnya karena pedang tersebut hampir membuat kepala bersama tubuhnya terpisah.

darah itu terciprat tepat pada wanita yang sedang di buai dalam cumbuan lelaki itu tersentak karena adanya cairan yang mengenai mukanya. perlahan dia membuka mata kemudian sebelum dia menjerit ketika melihat seseorang yang lain dan tidak dikenal itu mengangkat pisaunya yang kemudian dengan sekali tanam pisau tersebut langsung merobek perutnya yang langsing dan kemudian dengan layaknya mainan yang di mainkan anak kecil ia kemudian mengambil sesuatu dari perut yand dibelahnya kemudian menariknya dengan paksa.

sang gadis merasakan sakit yang luar biasa ketika perutnya terbelah mulai menjerit kesakitan kemudian berhenti ketika jantungnya di ambil langsung dari perutnya yang kemudian tidak bergerak lagi. menandakan roh dari tubuhnya telah pergi.

0 komentar:

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung