Minggu, 08 Februari 2009

[STORY] SaintValentine Chapter 1

Writter By Me : Rio
Friendster : www.friendster.com/rioelf

CHAPTER I : Persahabatan


sebuah rumah kecil di daerah pertengahan kota Lamine, jalanan yang selalu ramai dengan lalulintas yang lalu-lalang. seseorang terduduk di sebuah kursi, memandangi sebuah foto yang berada di genggamannya. secarik kebencian terdapat di matanya,rambutnya hitam legam dengan sedikit gelombang menandakan ia seorang yang sedang mengalami stres berat. entah karena apa.

rumahnya di penuhi dengan kepengapan karena jendela rumah itu 1 pun tidak pernah dibuka. rumah tersebut hanya di terangi lampu neon kecil di tengah-tengah. baju-baju berserakan di tempat tidur, juga berberapa pakaian juga berserakan dilantai.

sebuah kenangan mulai merasuki pikiran sang penghuni rumah. peluk dan cium bahkan kehangatan bercinta. kerap kali menyelimuti pikirannya. dengan sangat marah dia membuang pikiran itu dan langsung memukul meja dengan kerasnya.

"bruk" bunyi meja yang dipukul olehnya membuat berapa debu yang selama ini melekat pada meja tersebut terbang entah kemana. semilir angin mulai masuk kedalam sela-sela pintu dan jendela menandakan akan adanya bahaya di hari ini. ya, hari senin 13 February 2009


"teng..teng..teng..." bunyi sebuah lonceng menandakan usainya pelajaran dari SMU Muliya membuat anak-anak yang masih di bangku smu itu beranjak dan bergegas memasukkan semua peralatannya agar tidak tertinggal di sekolah.

hiruk pikuk anak smu ketika keluar dari sekolahnya membuat jalanan ramai. anak-anak cowok berebutan menaiki angkot agar supaya bisa cepat sampai dirumah. lain halnya dengan anak-anak cewe di Smu muliya yang lebih sering bercengkrama dulu dengan sahabat-sahabatnya.

"hey.., gimana besok malam ? lu pergi ma siapa ?" ucap seorang gadis smu berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya. rambutnya tergerai panjang hitam sampai kepinggang. tubuhnya langsing karena seringnya ia menjaga tubuhnya agar tetap kelihatan sexy. tangan kanannya menggenggam berberapa buah buku yang tidak muat jika dimasukkan kedalam tasnya.

"ga tau neh, kayaknya gw sama si roni aja deh" ucap seorang gadis smu yang juga berjalan dengan kedua sahabatnya. sambil tidak henti hentinya mengulum sebuah lolipop yang tidak pernah lepas dari mulutnya. rambutnya berbeda dengan gadis yang pertama. dia berambut pendek dengan potongan sampai ke bahu. berbadan bongsor dan jika kita melihatnya memakai baju yang biasa di pakainya. kita bakal mengira kalau dia bukan seorang gadis smu.

"kalau lu nin ?" ucap gadis smu yang pertama menanyakan sahabatnya, kemudian beralih menannyakan sahabatnya yang di sebalahya yang bernama nina.

gadis yang bernama nina tersenyum kemudian berjalan mundur di depan kedua temannya kemudian berkata "aku baru jadian sama andy" ucapnya kemudian berlari menaiki angkutan umum yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.

"Hahhhhhhhhh..." ucap keduannya serempak melihat temannya memilih menaiki angkutan umum ketimbang diantar kerumah dengan mobil rini.

"gimanah neh rin ?" ucap evi menatap rini dengan pandangan bingung dan meletakkan buku yang semula di genggamnya di tangannya kemudian di pindahkan ke dadanya.

"udahlah vie, biarin aja tu anak lagi kesemsem ama si andy, hm.., eh lu gw antar kan?" ucap rini kepada evi sambil terus memperhatikan angkutan yang dinaiki nina juga diserbu berberapa cowo smu yang juga menginginkan menaiki angkutan umum tersebut. berberapa diantaranya rela bergantung di pintu mobil.

"cek..,cek..., bumm...bum..." bunyi kedua pintu mobil yang dinaiki rini dan evi. mobil rini kemudian berjalan membelah jalan. Sepanjang perjalanan mereka ber2 berbicara tentang acara valentine besok malam yang diadakan di rumah rini.

"jadi lu dah balikan sama si roni vi ?" tanya rini disela-sela obrolannya dan tetap serius mengendalikan mobilnya.

"udah dunk, masa cewe secakep gw ga bisa membuat si roni tunduk" ucap evi dengan menggoyangkan badannya mirip penyanyi dangdut yang lagi bergoyang patah-patah.

rini tertawa di ikuti dengan evi. mobil berhenti. kemudian evi membuka pintunya lalu menutupnya kembali dan melambaikan tangan tanda perpisahan untuk hari ini bagi kedua sahabat itu. kemudian evi memasuki rumahnya, kemudian evi mengambil hp nya dan memencet berberapa no untuk melakukan panggilan kepada orang yang ditujunya.

"yank, lagi dimana ?," ucap evi ketika telponnya di angkad sambil memeluk boneka kesayangannya winnie the pooh.
"lagi di jalan neh, knp sayank ?" suara cowo yang didengar evi lewat hpnya.
"Anterin belanja donk... !!!" ucap evi dengan nada manja kemudian duduk di tempat tidurnya.
"ya udah...kita ketemu di tempat biasa aja yah...??" ucap roni dengan nada halus.
"ya udah, ntar ya evi mandi dulu oc" ucap evi kemudian setengah berlari mengambil handuknya dan langsung masuk ke kamar mandi.

terdengar seorang perempuan tua masuk kedalam rumah, ia menggelengkan kepalanya ketika mengetahui putrinya sudah pulang.kemudian duduk dan mulai menanak nasi untuk di makan keluarganya siang itu dan dimalam hari sepulang ayahnya dari kantor.



Di mall tempat berbelanja pakaian, tampak evi sibuk memilih pakaiannya, di ikuti roni yang juga ikut sibuk memberikan komentar-komentarnya ketika kekasihnya menanyakan pakaian itu bagus atau tidak. mereka ber2 tengah sibuk dalam kegiatannya tanpa memperdulikan sekitarnya yang juga mulai ramai karena besok adalah hari kasih sayang bagi pasangan - pasangan yang lagi mabuk cinta.

evi kemudian menemukan beberapa pasang pakaian yang cocok kemudian membayarnya kekasir. tp karena desakkan roni sang cowok akhirnya uang yang tadinya untuk membayar pakaiannya dimasukkan kembali kedalam dompet yang berwarna hijau daun kepunyaannya.

"Maksa amat seh ngebayarin" ucap evi dengan bergelut disamping roni ketika mereka telah duduk di mobilnya. roni hanya tersenyum dan mencubit hidung evi dan menggerakkannya kekiri dan kekanan. lalu roni menstater mobilnya yang kemudian melaju membelah jalan yang mulai ramai akibat banyaknya orang yang mau pulang kerumahnya dari kepenatan kantor.

0 komentar:

Teman

SeutaFansub

Jumlah Pengunjung