CHAPTER 13 : RAHASIA TERPENDAM
"hm.., ternyata apa yang ku lihat sekarang berbeda dengan apa yang sering di ceritakan oleh kakakku" gumam sSethia melihat kebawah, sebuah pertempuran antara archon bellato. "Phoenix si anak yang hilang ternyata adalah kau" gumam sSethia sambil terus memperhatikan noperfect dan jakotsu bertarung.
"hei lihat, bukankah itu sSethia" ucap angella sambil menunjuk sebuah tebing tempat sSethia melihat pertarungan. "sial.. kenapa disaat begini dia tidak membantu kita" ucap angella lagi dengan nada kesal. dan sesekali melihat noperfect dan jakotsu bertarung.
"brugh" sebuah pukulan telak mengenai punggung noperfect yang tidak mampu di tahan noperfect dengan menggunakan tongkatnya. "argh..." teriak noperfect seraya memegang punggungnya yang terkena pukulan dari black lance jakotsu. "hahaha.. bagaimana rasanya ?" ucap jakotsu melihat noperfect tersujud karena pukulan telak jakotsu yang telah mengenai punggungnya.
"takkan ku biarkan.. tak akan.. tak akan pernah.. tak akan pernah ku maafkan kauuu" ucap noperfect dengan mata yang merah menyala. tangan noperfect terkepal penuh tanda kebenciannya yang amat dalam terhadap jakotsu. dengan perlahan-lahan dia mulai berdiri
"aura apa itu ?" ucap angella ketika melihat cahaya yang berwarna merah langsung mengelilingi noperfect. "Job apa sebenarnya dia ini" gumam jakotsu dalam hati. aliran cahaya itu berhenti kemudian masuk kedalam kepalan tangan noperfect. "hiaaaaaaaaaaaa..." teriak noperfect seraya maju menyerang jakotsu dengan tinju yang mengarahkan langsung kepada jakotsu.
"ugh.." ucap jakotsu seraya berancang - ancang untuk bertahan dari serangan noperfect. noperfect terus berlari kearah jakotsu. kemudian secara diam-diam dia bersiap-siap untuk mengeluarkan jurus andalannya "DOUBLE CRASH" teriaknya seraya mengayunkan tombak nya ketika noperfect sudah dekat dengannya. namun.. noperfect dengan sigapnya melompat mundur seraya merapalkan castnya "RAINING FIREBALL" teriak noperfect seraya menghujamkan berberapa fireball kepada jakotsu dari atas dan menggerakkan kedua tangannya maju dan mundur.
"Dumm..dumm..dumm" bunyi ledakan bertubi-tubi menggema di tempat pertempuran itu semua orang melindungi wajahnya dari cipratan sajlu juga tanah yang terlempar dari tempatnya akibat serangan noperfect yang bertubi-tubi terhadap jakotsu. beberapa pohon terbakar akibat serangan itu.
sSethia yang menyaksikan pertempuran tersebut tidak mampu menahan rasa takjubnya terhadap jurus yang baru saja dilihatnya. "Phoenix yang Hilang" ucap radith yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya. "ya, aku kira itu cuman dongeng, lain daripada perkiraanku tentang silver." ucap sSethia sambil terus memperhatikan asap yang mulai memudar dari arah tempat jakotsu bertahan.
semua orang terus melihat kearah asap yang mulai mudar tempat jakotsu berdiri, namun apa yang dilhat mereka malah membuat semuanya terkejut karena disitu telah berdiri 1 orang lagi yang tiba-tiba telah muncul dengan menggunakan perisai yang sangat aneh dari ke 3 bangsa itu.
"ugh.. ternyata seranganmu membuat perisai ini panas dan tanganku melepuh" ucap seseorang yang melindungi jakotsu dari serangan yang bertubi-tubi. dan dengan perlahan kemudian dia mengibaskan perisainya yang masih terbakar. "huh.. ternyata kau masih hidup Phoenix ?, tak kusangka setelah belasan tahun menghilang dari sejarah dan tiba-tiba muncul disini dengan menggunakan jurus khas force elit herodian"ucapnya seraya menatap tajam kearah noperfect dan tersenyum.
jakotsu yang mengetahui lawannya bukanlah yang seimbang dengannya beringsut mundur tetapi tidak jauh dari tempat seseorang yang telah melindunginya dari serangan yang hampir saja mengambil nyawanya. "siapa phoenix ?, namaku adalah noperfect" ucap noperfect dengan suara lantang dan tegas.
"huh,sebaiknya aku akan memberitahumu" ucap seseorang itu dengan rambut tergerai namun tetap menatap tajam kearah noperfect. semua orang terkesima dengan kedatang seorang pendatang yang tiba-tiba.
"Setelah kami menghancurkan peradaban di bumi kami mendapatkan kabar tentang penghianatan dilakukan oleh seroang dari bangsa kami HERODIAN, yang bernama BlackBird, ia telah melakukan hubungan terlarang dengan bangsa cora pada waktu itu dan tepat pada tahun 2415. ia melarikan diri ke elan, dia bersembunyi di dekat sebuah monster bernama lackjaw. aku tidak mengetehui tentang tempat itu tapi banyak yang mengatakan dia tertangkap disana. dia melahirkan 2 orang anak kembar 1 nya adalah co yaitu kau, dan 1 nya lagi adalah cewe adikmu. namun kurasa kau takkan tahu siapa adikmu" ucap pendatang itu dengan tetap menatap tajam kearah noperfect.
"adik ??, aku punya adik ??, lelucon darimana ini ???, hahahaha, kau tahu ??? hidupku sendiri penuh dengan kesendirian dan kau tak tahu latar belakang aku ??, dan kau mengatakan aku bangsa herodian ???, tidak pernah tidak pernah dalam sekalipun aku peracya padamu, dan siapa kau ?? kenapa kau tiba - tiba datang mencampuri urusanku dengan arhcon itu" ucap noperfect dengan mata merah menyala seraya menatap dingin kearah pendatang baru itu.
"namaku Shinta, aku adikmu, kita hidup di tempat yang berbeda, kau dibawa lari oleh ibumu kemarkas cora kemudian ibumu menitipkanmu kepada Nico, seorang grazier cora" ucap shinta seraya berjalan dan mendekat kepada noperfect. "KAU ADALAH KAKAKKU, SESEORANG YANG TELAH KUCARI SELAMA BERBERAPA TAHUN SETELAH AKU MENGETAHUI BAHWA KITA DILAHIRKAN LEWAT PERSILANGAN ANTARA HERODIAN DAN MANUSIA CIPTAAN ITU" Teriak Sintha yang mengejutkan semua orang yang sedari tadi hanya melihat perdebatan antara sintha dan noperfect.
"Manusia ciptaan ??" gumam semua orang yang terdengar oleh Sintha, "YA MANUSIA CIPTAAN YANG TELAH DI CIPTAKAN OLEH BANGSA HERODIAN MELALUI cAMPURAN ANTARA BANGSA MANUSIA DAN ELF" teriak Sintha dengan suara keras dan parau yang menyakitkan semua orang yang mendengarnya.
"HEY APA MAKSUDMU ??" Teriak sSethia dari atas tebing karena marah mendengar perkataan shinta tentang manusia ciptaan. "kalian ingin mendengarnya ??" ucap Sintha dengan pelan namun terdengar oleh semua yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Baiklah .............................."

0 komentar:
Posting Komentar